Family oriented – Mindset Perempuan

“The greatest act of love is to bring each other closer to Allah”

“Pernikahan itu indah jika kamu menemukan pasangan yang tepat, jika tidak.. kamu akan merasa selalu di situasi seperti Covid – 19.
..”Setiap hari kasus baru!”

Mella Noviani

Kalau banyak di media seliweran kontent mengatakan “pernikahan itu isinya ngobrol!” Saya setuju kalimat ini, tapi kita pikir ulang deh, bagaimana bisa ngobrol kalau kita ga mau “berkorban nurunin ego ?” Banyak pasangan begitu diajak ngobrol yang ada malah jadi ribut, bahkan belum ngobrol udah tegang dan bawaannya mau ribut seperti udah siap senjata kesalahan – kesalahan apa yang akan dikeluarkan untuk saling membela diri saling menyalahkan. Jadi kalau saya bilang “pernikahan itu isinya adalah BERKORBAN!”. Tiap hari ada aja kita harus berkorban dari hal paling kecil, menengah dan besar.

Contoh kecil saja berkorban saat konflik terjadi, mau ga berkorban daripada gontok – gontokan atau saling emosional. Salah satu suami atau istri mulai memeluk dan bilang “saya sayang kamu, kita harusnya tidak begini saling menyakiti, saya minta maaf sudah emosional, kita duduk yuk bicarakan kedepannya kita harus perbaiki seperti apa. Dan pasanganpun menjawab ia maafin aku juga yah sambil memeluk, yuk kita duduk bicara tanpa menyalahkan”. Ah begitu indah hidup ini dalam keadaan konflikpun kalau kamu mau berkorban, kamu bisa tetap ngobrol bukannya silent treatment yang akhirnya mematikan hubungan.

SEKARANG !!! VIRAL pasangan artis yang bercerai dan banyak pembahasan di media sosial yang menimbulkan pro kontra, banyak pertanyaan dari kasus perceraian ini yang salah siapa, apakah yang salah itu pihak perempuan atau pihak laki – laki.

Saya bukan pengamat artis Indonesia, biasanya saya skip kalau lewat diberanda media sosial saya tentang kisah – kisah artis Indonesia. Tapi kali ini buat saya sangat menarik dan tidak ingin melewatinya, karena banyak beredar bukti rekaman yang menyatakan dimana sang istri melakukan sesuatu hal yaitu menjatuhkan harga diri suaminya dengan menjelekan suami, curhat tentang kekurangan suami, dan sebagainya kepada laki – laki lain sampai terjadinya dugaan perselingkuhan. Tapi banyak dari netizen membela sang istri, nah menarik nih saya sampai akhirnya mencari – cari dari semua jenis sosmed apa saja hasil observasi para netizen tentang berita yang di up mulai dari youtube, instagram, tik tok bahkan masuk ke story IG harian pasangan ini, “istilahnya saya keypo!”

Banyak yang mengatakan kalau perceraian mereka disebabkan dari salah satunya adalah karena komunikasi yang kurang baik, suami pelit, bahkan dugaan perselingkuhan dengan sahabat suami. Banyak tuduhan dari masing – masing pasangan yang bercerai, apalagi kalau salah satu atau keduanya membuka aib masing – masing, dimana yang dulunya pamer kemesraan berujung dengan pamer aib masing – masing. Ini sangat menyakitkan tidak hanya untuk kedua belah pihak yaitu suami dan istri tapi juga menyakitkan anak – anak dan keluarga besar pastinya, semua menanggung beban pikiran, malu dan trauma.

Lagi – lagi banyak pandangan memberikan pendapat kepada suami istri yang bercerai bahwa komunikasi mereka kurang baik. Tetapi tahukah apa saja hal mendasar yang perlu di ketahui sebelum berkomunikasi dengan pasangan atau orang lain.

Sebenarnya ada hal mendasar yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum mempelajari bagaimana berkomunikasi menjadi baik dan efektif. Jika tidak mempelajari hal – hal mendasar ini, perjalanan pernikahanmu seperti Ibarat “menanam padi dilautan”, terombang ambing dan tidak bertumbuh bahkan mati. Itulah gambaran kalau kita salah melakukan step komunikasi dengan pasangan.

Pengalaman saya banyak mengajarkan ternyata yang perlu kita ketahui sebelum menjalin hubungan dengan pasangan adalah :

  • Pertama adalah mengetahui siapa diri kita atau tipe kepribadian kita dulu (find yourself ) baru kita mencari tahu tipe kepribadian pasangan kita (find himself) dengan cara mengetahui tipe kepribadian yang dimiliki oleh masing – masing apakah kamu dan pasangan memiliki satu diantaranya yaitu plegmatis, melankolis, sanguin, dan koleris.
  • Kedua mengenali satu dari lima bahasa kasih yang ada antara kamu dan calon pasangan. Lima bahasa kasih itu adalah (five love languages) yaitu Words of affirmation, Acts of service, Receiving gifts, Quality time atau Phisical touch agar masing – masing dapat memahami kekurangan, kelebihan tanpa menghakimi (judgement). Dengan memahami semua itu kamu dapat menaklukan pasangan dengan benar sesuai kebutuhan psikologinya.
  • Ketiga mau saling bertanya apakah mau berkomitment untuk berlatih menurunkan ego masing – masing dan memiliki prinsip bahwa perubahan dimulai “dari kita terlebih dahulu” agar masing – masing memiliki sikap yang dewasa (mature) dalam menyelesaikan konflik.
  • Keempat atau terakhir adalah mau berkomitment untuk menghindari curhat atau membicarakan kekurangan pasangan kepada pihak luar apalagi lawan jenis, karena itu sangat mempermalukan pasangan dan diri kamu yang menceritakannya karena akan terlihat tidak dewasa. Jika ingin curhat sekedar melepaskan unek – unek, kamu harus tahu cara menyampaikan dengan benar agar tidak mempermalukan pasangan dan diri kamu sendiri.

Tanpa mengetahui tipe karakter dan bahasa kasih masing – masing akan sulit berkomunikasi dengan efektif, mengapa saya katakan demikian karena itu sangat mendasar. Bayangkan seseorang yang kehausan dan sekarat membutuhkan air minum tapi dengan niat baik, kita memberikan makanan kepada orang yang sedang kehausan tersebut karena pandangan kita kalau dia makan dia akan kembali pulih dan segar. Tapi justru sebaliknya, orang tersebut tidak nyaman, keselek dan bahkan mati karena tubuhnya membutuhkan air terlebih dahulu bukan makanan.

..Tidak perlu mengatakan bahwa..”

“saya mencintai pasangan saya, tapi lakukanlah dengan tindakan agar pasanganmu merasa dicintai” – Mella Noviani-

Posted in

Leave a comment