Family oriented – Mindset Perempuan

“The greatest act of love is to bring each other closer to Allah”

“Pernikahan itu indah jika kamu menemukan pasangan yang tepat, jika tidak.. kamu akan merasa selalu di situasi seperti Covid – 19.
..”Setiap hari kasus baru!”

Ooppss jangan negatif dulu yah, ++ disini maksudnya adalah ibu rumah tangga yang juga adalah pejuang penerus RA Kartini dengan memaksimalkan potensi yang ada didalam diri.

Mella Noviani

“Dari perempuanlah manusia itu pertama – tama menerima pendidikan, dipangkuan perempuanlah seorang mulai belajar merasa, berpikir dan berkata – kata, dan makin lama makin jelaslah bagi saya bahwa pendidikan yang mula mula itu bukan tanpa arti bagi seluruh kehidupan.” – Surat Kartini.

Kutipan surat – surat Kartini selalu kita lihat kembali atau kita dengar setiap tanggal 21 April, saat semua perempuan khususnya merayakan peringatan hari Kartini. Peringatan ini untuk kita mengenang sejarah pahlawan emansipasi yang perjuangannya sudah mengeluarkan perempuan dari sisi gelap dimasa penjajahan.

Saya salah satu orang yang sangat mengagumi pemikiran, tulisan dan perjuangan Kartini, dan saya salah satu orang yang ingin mengikut jejak kartini. Sayapun berharap Perempuan Indonesia memiliki pemikiran dan harapan yang sama dengan saya.

Kalau dulu Kartini sampai menulis surat tentang keresahannya yang sangat mendambakan kebebasan sebagai seorang perempuan, bergerak dan bahagia untuk menentukan nasibnya sendiri, jusru sekarang semua itu sudah kita bisa dapatkan dengan mudah dan sudah bertambah dengan dukungan teknologi digital yang ada sekarang. Alasan apalagi untuk kita sebagai perempuan tetap bermalas malasan atau hanya jadi seorang penonton kesuksesan orang lain. Semua perempuan adalah ibu rumah tangga, tapi perjuangan Kartini membuat kita adalah ibu rumah tangga plus plus (++) artinya perempuan bukan hanya sebagai tiang doa dan ketahanan keluarga, dimana perempuan dapat tersenyum ditengah kesedihan dan kesulitan, dapat mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak anak dengan hanya kedua tangannya. Tetapi perempuan juga bisa menjadi tiang Negara yang banyak berkontribusi dengan bergerak melakukan pemberdayaan perempuan melalui UMKM dll. Kartini masa kini berperan penting dalam era digital dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia dan inspirasi bagi generasi muda Gen Z.

Terlebih penting lagi perempuan sebagai jembatan kesuksesan keluarga untuk kesuksesan Negara, perempuan bisa melahirkan dan memberikan pendidikan bagi anak anaknya, sehingga mereka menjadi orang – orang terpilih di Negara ini, pemimpin – pemimpin dari mulai jajaran staff diperusahaan sampai seorang presiden di Indonesia.

RA Kartini adalah pembuka jalan perempuan dari keadaan gelap menjadi terang, maka hari –  hari ini walaupun semua mengatakan kalimat yang menurut saya kok agak mengerikan yah yaitu kalimat “Indonesia gelap” di zaman pemerintahan ini, ah saya ga ambil pusing. Saya hanya mau bilang mari kita memiliki pola pikir sebagai “perempuan terang ditengah indonesia gelap.”

Perempuan Indonesia menjadi barisan yang dapat melakukan estafet perjuangan RA kartini agar dapat melanjutkan semua kebaikan yang dapat bermanfaat untuk generasi selanjutnya, yaitu generasi emas tahun 2045. 

Kartini masa kini berperan penting dalam era digital dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. 

  1. Mengembangkan Literasi Digital : Meningkatkan kesadaran dan kemampuan perempuan dalam menggunakan teknologi digital untuk mengakses informasi dan peluang.
  2. Mengambil Peran dalam Industri E-commerce : Berpartisipasi dalam industri e-commerce untuk menciptakan peluang ekonomi dan meningkatkan kemandirian perempuan.

Dengan demikian, Kartini masa kini dapat melanjutkan perjuangan RA Kartini dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

“Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu – satunya hal yang bisa menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri” – RA Kartini –

Posted in

Leave a comment