Family oriented – Mindset Perempuan

“The greatest act of love is to bring each other closer to Allah”

“Pernikahan itu indah jika kamu menemukan pasangan yang tepat, jika tidak.. kamu akan merasa selalu di situasi seperti Covid – 19.
..”Setiap hari kasus baru!”

Memaafkan bukan untuk orang lain tetapi untuk mencintai diri kamu, karena saat kamu memaafkan dengan tulus kamu akan lepas dari segala tekanan yang dapat merusak tubuhmu luar dan dalam.

Mella Noviani

Kepribadian seseorang sering terlihat saat mereka marah!, saat marah dan emosi memuncak topeng kebaikan yang mereka gunakan tiba tiba hilang dan terlihat sisi asli dari pribadi tersebut. Ada yang tetap tenang, diam berpikir, atau hilang kendali. Disinilah terlihat ujian karakter yang menunjukan apakah mereka tulus dengan sungguh – sungguh selama ia terlihat baik atau hanya situasional saja terlihat baik.

Masih suasana lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal 1446 H tepatnya hari Senin tanggal 31 Maret 2025. Saat saya ngabuburit puasa hari terakhir di meja kerja sambil melihat keluar terlintas mundur kebelakang ( flashback) sebuah tradisi masyarakat Indonesia yaitu tradisi dimana setiap orang akan bersalaman meminta maaf setelah menunaikan shalat ied di mesjid dan WA mulai dibanjiri dengan ucapan – ucapan kata permohonan maaf. Setiap orang mengucapkan Minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin, sebuah tradisi yang indah dan ditambah keseruan kumpul keluarga dengan seluruh kerabat.

Karena banyak teman tahu bahwa saya suka menulis, kadang beberapa dari mereka meminta bantuan untuk dibuatkan kata – kata ucapan, dan pesan sponsornya adalah “tolong buatin yah, tapi jangan keliatan kayak “copy paste”. Yang tadinya saya juga selalu ikut membuat dan mengirimkan kesemua orang, sampai akhirnya saya menyadari sesuatu sekarang bahwa saya lebih senang dengan hal – hal yang sangat personal jadi saya mulai mengurangi rangkaian kata – kata template itu. Tentang rangkaian kata – kata template ini saya berpikir, setiap tahun saya mengirimkan atau menerima kata – kata yang sangat template dan dari rangkaian template itu apakah semua orang benar – benar tahu dan mengalami yang sesungguhnya dari kata maaf tersebut karena setelah hari raya lewat saya masih terus melihat banyak pembenci diluar sana.

Daripada membuat template, saya lebih senang hal – hal personal seperti menuliskan dengan kata – kata pendek hasil ketikan yang ada dari hati atau bertemu langsung silaturahmi secara personal dengan melihat mata, memeluk, berjabat tangan, dan menggali dengan percakapan santai, dengan hal itu saya merasakan maaf lahir batin yang tulus.

Kurang lebih 10 tahun lalu saya pernah merasakan kesal, kemarahan, benci, sampai bahkan rasa ingin mengakhiri hidup saya yang disebabkan oleh ulah dari pasangan yang tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Saat itu saya merasa tidak berharga, tidak berguna, tidak ada yang mencintai saya bahkan saya merasa sangat rendah. Setiap kali semua itu terjadi rasanya benar – benar menyiksa dan hilang fokus serta hilang kendali, sulit berpikir jernih dan bahkan tidak ingin melakukan aktifitas apapun. Tapi saat pasangan saya datang memegang tangan, memeluk dan mengatakan dengan lembut “saya minta maaf, saya tau saya salah”..please kita stop dan perbaiki hubungan ini. Tiba – tiba saya merasa sebuah proteksi atau perlindungan itu datang, rasa kesal, marah dan semuanya itu tiba – tiba hilang, hilang fokus dan hilang kendali tadi berubah menjadi seperti air laut yang tenang dan menenangkan.

Saat saya berbagi dengan teman – teman tentang cerita ini, mereka menanggapi bahwa mereka kurang setuju dengan pengalaman pribadi yang saya ceritakan. Mereka mengatakan ” enak aja, ga bisa saya, ga bisa maafin begitu saja, kalau saya jadi kamu pasti saya tepiskan saat dia mau peluk dan minta maaf, langsung tinggalin dia dulu, kasih dia pelajaran sampai dia sadar”.

Dari ketidak setujuan teman – teman saya ini, saya tetap setuju dulu dengan mereka bahwa benar apa yang mereka bilang bahwa yang menyakiti kita harus diberi pelajaran dan harus sadar apa yang ia sudah lakukan. Tetapi sebenarnya saat pasangan sudah berani datang dan mengatakan minta maaf, ia sudah sangat melakukan hal yang tidak semua orang bisa melakukannya, tindakan ini sangat bijaksana dan artinya ia menyadari bahwa ia salah, atau sedang dalam cara penyelesaian konflik yang salah pada kita. Saatnya kita sebagai pasangan bisa melanjutkan komunikasi bersama dengan benar agar kesalahan itu tidak terulang lagi.

Dari sisi psikologi kemarahan yang memuncak adalah bentuk sebuah ego yang tidak terkontrol, kita bisa melihat seperti apa orang yang memiliki ego tinggi dan mengakibatkan sulit memaafkan hingga menyimpan emosi yang tidak stabil :

  • Mereka mengalami kesulitan berempati dengan pasangan atau orang lain karena luka batin, akhirnya cenderung mempertahankan rasa marah dan dendam sebagai perlindungan diri.
  • Sulit mengatakan maaf kepada pasangan karena merasa bahwa memaafkan berarti membenarkan perbuatan orang lain.
  • Cenderung selalu menyalahkan pasangan atau orang lain, memberi maaf dianggap sebagai bentuk kelemahan atau merendahkan diri.
  • Memiliki perilaku angkuh, merasa penting, dan selalu merasa berhak, sementara pasangannya atau orang lain tidak, karena ada rasa kebutuhan akan kontrol atau kendali atas orang lain agar ia dapat memprioritaskan keinginannya di atas kebutuhan pasangan atau orang lain.
  • Sulit berkompromi, perilaku yang tidak mau mengalah atau mencari jalan tengah dalam suatu situasi karena kurangnya keterampilan regulasi emosi yang membuat mereka sulit mengelola emosi negatif nya seperti marah dan kecewa, sehingga mereka menahan perasaan itu dibanding harus memproses dan melepaskannya.

Hal ini dapat menyebabkan masalah dalam hubungan pribadi dan profesional, serta kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif. Ego yang berlebihan dapat membuat masalah kesehatan mental atau gangguan kepribadian. Salah satu contoh gangguan kepribadian yang dimaksud adalah gangguan kepribadian narsistik dan antisosial.

Narsistik atau antisosial adalah gangguan kepribadian yang memiliki tingkat ego yang tinggi, terpaku pada keinginannya sendiri dan tidak peduli kebutuhan orang lain.

Mella Noviani

Saat pasangan merasa kesal, sedih, lelah, menangis, bad mood, yang disebabkan oleh berbagai faktor baik faktor eksternal maupun internal, sebenarnya mereka hanya membutuhkan perlindungan yang nyaman yaitu kehadiran, bahasa yang lembut ditelinga, genggaman tangan, tatapan mata yang tulus, atau pelukan yang menenangkan daripada sebuah nasihat atau perkataan.

“Terkadang satu pelukan lebih berharga daripada ribuan kata yang di ucapkan.”

Beberapa tahun lalu saat saya masih berstatus single parent atau ibu tunggal untuk anak saya, dimana saya selalu berdoa kepada Tuhan untuk mendapatkan pasangan yang tepat, saat itu juga saya bertanya – tanya dalam hati, sebenarnya pasangan yang tepat itu seperti apa. Karena sembilan dari sepuluh pasangan yang saya lihat seperti paradoks dalam cinta, paradoks dimana dua manusia menjadi satu dalam pernikahan, tetapi kehidupan mereka didalam rumah adalah tetap dua.

Dalam hati kecil saya lagi apakah keinginan saya dalam sebuah pernikahan yang selalu ingin menjadi satu dan bersama – sama itu adalah sebuah ke-lebayan seperti yang dikatakan oleh anak – anak jaman now ? Tapi apapun yang mereka katakan saya tetap memegang prinsip bahwa “pernikahan adalah satu tubuh dimana artinya sebuah pernikahan adalah ketika cinta bukan lagi tentang SAYA atau KAMU tetapi tentang KITA dan banyak orang”, pandangan saya saat kita memiliki prinsip bahwa kita bisa membalikan kata ME menjadi WE hubungan yang sehat akan terasa mudah didapat.

“Tidak memaafkan karena hati dan pikiran yang lemah, penuh maaf adalah seorang yang sabar dan kuat.”

Mella Noviani

Saat masing – masing pasangan dalam pernikahan kita memiliki prinsip Me menjadi We kita akan memiliki pandangan yang sama yaitu :

  • Bersama – sama saling memberikan ruang untuk mengasihi dan mencintai dengan mengizinkan pasangan kita berkembang menjadi dirinya sendiri. Bersama – sama berdua hadir dalam sebuah perjalanan yang penuh makna, tidak saling menyempitkan ruang tapi justru berada diruang yang sangat luas tanpa saling membatasi. Setiap pasangan dapat bergerak dengan pengertian masing – masing yang dewasa. Memiliki prinsip bahwa Saya ingin orang yang saya cintai tumbuh dan berkembang menjadi dirinya sendiri, dan dengan caranya sendiri. Kebetadaan pasangan bukan untuk melayani saya, tapi saya mau melayani pasangan dengan ikhlas dan tulus.
  • Bersama – sama bisa menerima dengan tidak ingin mengubah pasangan sesuai dengan harapan kita tapi kita menjadi inspirasi yang baik agar pasangan dapat menjadi pasangan yang sesuai dengan harapan kita. Karena “lead by example” atau kita menjadi contoh yang baik (Role Model) akan menjadi inspirasi untuk pasangan atau orang lain dan bisa menjadi seperti yang kita harapkan. Dalam mencintai kita membiarkan pasangan tetap menjadi dirinya sendiri tanpa tekanan, tanpa tuntutan, ancaman dan ketakutan akan kehilangan. dalam mencintai kita juga tidak kehilangan diri kita dan juga tidak meminta orang lain menjadi kehilangan dirinya.
  • Bersama – sama bisa selalu hadir tanpa mengendalikan, kita tidak perlu mengendalikan pasangan agar tetap mencintai kita tapi sebaliknya kita hanya hadir dengan tanpa tuntutan.

Ciri – ciri orang yang memiliki ego tinggi :

  • Mendominasi percakapan dan menyela orang lain yang sedang bicara.
  • Terlalu kritis atau meremehkan pendapat orang lain.
  • Mengharapkan perlakuan khusus dari orang lain.
  • Tidak peka terhadap perasaan atau kebutuhan orang lain.
  • Mengambil pujian atas pekerjaan atau ide orang lain.

Memaafkan memang bukan cara yang instant, tapi ada langkah – langkah untuk melatih pikiran dan tindakan kita agar kita bisa memiliki kemampuan untuk memaaafkan.

  • Berlatih untuk mendengarkan orang lain secara aktif agar benar – benar dapat mendengar dan memahami perspektif pasangan atau orang lain, mengapa pasangan sampai membuat kesalahan itu (apakah karena ketidak tahuan atau karena luka batin mereka sendiri, atau mungkin karena ketidakmampuan emosionalnya). Ini sangat bisa membantu kamu mencairkan sedikit rasa kesal dan kecewamu, ajukan pertanyaan terbuka, dorong pasangan untuk berbagi pikiran dan perasaan mereka dengan lembut tanpa emosi. Akui dan rasakan luka yang ada pada hatimu, jangan bilang ga apa – apa saya ga sakit hati. Tapi tidak ada salahnya akui dengan mengatakan sebenarnya saya sakit hati, kecewa, marah atau merasa di khianati. Rasakan emosi itu karena itu adalah bagian awal dari sebuah proses tapi ingat itu hanya proses awal.
  • Mulai buka hati untuk memaafkan dan pahami alasan kamu ingin memaafkan agar kamu damai secara emosional, bebas dari beban dendam,
  • Pisahkan individu yang membuat kamu kecewa dengan perbuatannya, artinya kamu boleh benci perbuatannya tapi jangan membenci individunya (pasangan atau orang lain). karena mereka adalah manusia yang juga bisa salah, lemah atau belum memiliki kemampuan kuat untuk menghadapi dunia ini.
  • Tunjukkan empati dan pengertian, akui emosi orang lain dan validasi pengalaman mereka.
  • Lepaskan kebutuhan untuk “mendapat balasan” karena itu akan menyakitkan hati, pikiran dan tubuh kamu, semua itu akan membentuk ikatan emosional yang akan buat kamu terhubung dengan luka dan kecewa jangka panjang. Ketika kamu melepaskan dan membuang jauh – jauh untuk tidak membalas dendam maka kamu akan bebas.
  • Jika kamu bukanlah orang yang bisa berkata – kata, kamu bisa coba dengan menulis surat atau WA atau apapun dalam bentuk tulisan, ekspresikan semua perasaanmu tanpa sensor karena ini adalah katarsis yang mendalam.
  • Putuskan untuk memaafkan walaupun kamu merasa belum “merasa”. Terkadang keputusan untuk memaafkan datang duluan daripada rasa damainya. Saat kamu putuskan dengan tulus kamu mau memaafkan maka damai dan mujizat akan datang berangsur – angsur setiap harinya.
  • Cari umpan balik, mintalah kritik membangun untuk diri kamu juga dari orang lain agar dapat membantu kamu lebih bertumbuh dan berkembang.

Memaafkan bukan berarti kamu membenarkan perlakuan orang lain, bukan berarti kamu salah, bukan berarti kamu rendah, dan bukan berarti masalah berlalu begitu saja, pikirkan tiga hal. Pertama kamu harus merdeka dari keterikatan kebencian agar kamu sehat, kedua mengapa masalah itu bisa terjadi, dan bagaimana cara agar masalah itu tidak terjadi lagi. Ketiga pelajaran apa yang saya dapat dari masalah yang baru saja terjadi dan saya maafkan, agar saya mendapatkan ilmu dan bisa menjadi inspirasi untuk banyak orang.

Mella Noviani
Posted in ,

Leave a comment